NASIONAL

Satgas Pelayanan Nataru Dibentuk

×

Satgas Pelayanan Nataru Dibentuk

Sebarkan artikel ini

Tim Operasional dibagi menjadi 3 wilayah, Wilayah 1 untuk Jabodetabek dan Bandung. Wilayah 2 Jawa Tengah dan Jawa Timur. Wilayah 3 untuk jalan tol luar jawa. Sedangkan wilayah 4 khusus ditugaskan untuk mengawasi rest area.

Tugas kedua tim diantaranya menyiapkan segala fasiiitas di rest area secara optimal, memasang sarana keselamatan jalan seperti rambu, marka, patok kilometer, reflektor, dan guardrail. mengantisipasi cuaca, memastikan fungsi drainase dan pompa.

Bank bjb Tandamata

Wakil Ketua Masyrakat Transportasi Indonesia Djoko Setijowarno mengungkapkan manfaat dengan diresmikan tol ini bisa mempercepat perjakan bus Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) dan Angkutan logistik. Namun, tarif yang ditetapkan dianggap terlalu mahal bagi pengemudi truk. ”Mungkin perlu dipikirkan ada subsidi tarif, asal tidak memuat muatan lebih dan berdimensi lebih,” katanya.

Djoko mengingatkan, yang harus dihindari pada bulan pertama pengoperasian Tol Trans Jawa adalah keselamatan selama perjalanan. Himbauan bagi pengemudi untuk beristirahat harus terus disuarakan. “Karena menurut pengamatan saya biasanya sebulan pertama pengoperasian tol baru pasti ada kecelakaan,” kata Djoko.

Wakil Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Truk Indonesia (Aptrindo) Kyatmaja Lookman mengakui bahwa tarif tol sejauh ini masih dirasa terlalu mahal. Untuk rute Jakarta Surabaya saja, truk-truk kecil golongan 2 dan 3 bisa menghabiskan Rp. 1,2 juta.

Sementara truk besar golongan 4 hinga 5 bisa mencapai Rp. 1,8 juta.“Tapi perusahaan yang sesitif waktu tentu akan lebih memilih pakai tol. Tinggal perhitungan soal waktu dan biaya,” jelasnya.

Secara umum menurut Kyatmaja para pengussaha truk menyambut baik adanya jalan tol ini. Ia berharap akan lebih banyak kendaraan pribadi golongan 1 masuk tol sehingga jalan nasional lebih sepi dan leluasa untuk lalu lintas truk.

Kyatmaja menambahkan pihaknya sudah mengkomunikasikan soal keberatan tarif ke Badan Pengatur Jalan Tol di Kementerian PUPR. “Nanti kita lihat saja hasilnya,” katanya.

(tau)