Saiful menilai, pemerintah tidak peka dan malah seperti mengusik kegundahan mahasiswa di tengah situasi serbasulit. Sehingga, tidak ada pilihan lain selain demonstrasi.
“Ini kan seperti membangunkan macan (tidur) di siang bolong, di mana mestinya pemerintah mendinginkan situasi publik, namun disuguhkan oleh adanya isu-isu liar seputar penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan presiden,” tegasnya.
“Kalau Jokowi peka terhadap penderitaan dan aspirasi publik, mestinya mencopot menteri yang tidak kompeten atau menteri dan pejabat lainnya yang dengan sengaja memunculkan wacana penundaan pemilu dan perpanjangan jabatan publik,” pungkas Saiful.






