JAKARTA — Ketua DPP PDI Perjuangan Ronny Talapessy menanggapi kabar yang menyebutkan Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masuk nominasi pemimpin paling korupsi di dunia. Hal itu sebagaimana laporan Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP).
Ronny mengamini bahwa informasi tersebut mengagetkan publik. Karena, sosok Jokowi di mata publik dinilai sangat sederhana. “Apa benar beliau pemimpin korup? Karena yang kita tahu beliau orang yang sederhana, bahkan sampai sekarang ke mana-mana masih konsisten pakai kemeja putih dan celana hitam terus,” kata Ronny kepada wartawan, Rabu (1/1).
Ronny meyakini, temuan OCCRP punya bukti kuat terkait dugaan rasuah yang diduga melibatkan Jokowi.”Tapi mungkin para jurnalis investigasi dan para juri OCCRP punya temuan yang belum banyak kita tahu,” ujar Ronny.
Karena itu, Ronny meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) bisa proaktif untuk berkomunikasi dengan OCCRP. Ia menegaskan, laporan tersebut bisa menjadi temuan awal adanya dugaan korupsi yang melibatkan Jokowi.
“Ada baiknya KPK proaktif berkomunikasi dengan pihak OCCRP. Ini bisa jadi petunjuk awal,” tegas Ronny.
Hal itu juga penting untuk menjadi bukti bahwa KPK periode saat ini tidak tebang pilih dalam menangani setiap kasus dugaan korupsi.
“Ini juga penting supaya KPK sekarang tidak menjadi kayak KPK edisi Jokowi yang tumpul kepada kasus-kasus yang melibatkan keluarga Jokowi dan hanya tajam ke lawan-lawan politik Jokowi,” urai Ronny.
Sebelumnya, Presiden ke-7 RI Joko Widodo (Jokowi) masuk ke dalam daftar finalis pemimpin dunia paling korupsi, versi Organized Crime and Corruption Reporting Project (OCCRP). Selain Jokowi, pemimpin dunia lainnya yang juga masuk nominasi pemimpin terkorup di antaranya, Presiden Kenya William Ruto, Presiden Nigeria Bola Ahmed Tinubu, Mantan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dan pengusaha asal India Gautam Adani.






