Bagi Rachland, Moeldoko seakan sudah tidak memiliki urat malu mengaku sebagai Ketum Demokrat. Padahal, pemerintah melalui Menkumham jelas-jelas menolak mengesahkan Demokrat kepemimpinan Moeldoko hasil KLB abal-abal Deli Serdang beberapa waktu lalu. “Selamanya kita tak akan lupakan, Kepala Staf Presiden Jokowi ini: tuna etika dan tebal sekali kulit mukanya,” tegasnya.
Bahkan karena ulah Moeldoko inilaih, Rachland menganggap kinerja pemerintah dalam menangani pandemi Covid-19 dipandang sebelah mata oleh rakyat. “Ia bagian dari penyebab, kenapa Istana di masa Presiden Jokowi tak dipandang dengan segan, apalagi hormat,” tutupnya





