sebenarnya mereka sudah berapa kali kita ingatkan, bahkan ada tipiring juga namun mereka tidak jera,” katanya saat dihubungi Pojokjabar, Selasa (27/2/2018).
Masih kata dia, bahkan beberapa minggu ini pihaknya telah melaksanakan operasi tangkap tangan (OTT) di titik tersebut dengan mendapati 50 orang.
“Kita sudah ada tipiring cuman mereka gak jera, udah berapa kali pasang himbauan cuman masih aja buang, bahkan kita menggunakan tipiring juga sudah 4 kali dan hasilnya 50 orang yang kena di Bambu Kuning,” paparnya.
Saat ditanya petugas, sambungnya warga mengaku kekurangan tempat sampah dan hanya mengikuti orang lain saat buang sampah ke jembatan tersebut.
“Alasannya apa sih ternyata karena tidak ada tempat pembuangan sampah tidak ada pengelolaan sampah, kemarin juga udah saya tanya kenapa buang sampah dia bilang ngikutin orang aja,” ucapnya.
Atis pun mengaku akan menambah fasilitas Tempat Pembuangan Sampah (TPS) beserta truk.
“Kalau ditotal yang di Cibinong cuman 60 fasilitas, 60 itu pun dengan Gunung Putri, Babakan Madang, Bojonggede, Tajur halang. 7 kecamatanlah, kalau gak salah Cibinong itu ada 15 truk.
Karena fasilitas kita kurang targetnya 2019 ada penambahan truk dan TPS,” bebernya.
(Iks/Pojokjabar)




