Namun ia mengingatkan, meski wukuf telah usai, jamaah tidak boleh lengah. Medan di Mina tetap berat dengan suhu yang bisa mencapai 50 derajat celsius pada siang hari. Ia meminta jamaah tidak keluar dari tenda pada pukul 10.00 hingga 16.00 WAS demi menghindari risiko kesehatan.
“Tempatnya (lempar jumrah) memang terlihat dekat, tapi kalau dijalani terasa jauh. Pandangan kita sering tertipu. Jadi hindari keluar tenda pada jam-jam terik,” kata Menag.
Nasaruddin pun mengajak jamaah menjadikan lempar jumrah sebagai simbol pembersihan diri. “Jangan hanya melempar batu, tapi buang juga sifat-sifat buruk: suka marah, pelit, berbohong, mengadu domba. Tinggalkan semua di sini, pulang ke Tanah Air sebagai pribadi yang lebih baik dan suci. Insya Allah, itulah yang akan menyelamatkan kita,” ujar dia.(*)






