NASIONAL

Penemuan Bangkai Pesawat

×

Penemuan Bangkai Pesawat

Sebarkan artikel ini

Erwin mengenang, saat lepas landas dari Bandara Sam Ratulangi 27 tahun silam itu, cuaca Manado sangat cerah. Jadwal keberangkatan pun tepat waktu, pukul 14.20 Wita.

Bandara Djalaluddin di Gorontalo, yang saat itu masih menjadi bagian dari Provinsi Sulawesi Utara, dijadwalkan bakal dicapai dalam 55 menit. Yus Pagau (pilot), Andi Pulgandi (kopilot), dan Petrus Untung Abadi (teknisi) menjadi kru dalam penerbangan pendek tersebut.

Bank bjb Tandamata

Berdasar ingatan dan kumpulan klipingnya, Erwin menuturkan, begitu pesawat mengudara, para penumpang mendapat jatah konsumsi dari maskapai. Berupa sepotong roti dan sebotol air mineral yang merupakan layanan maskapai.

Tiga puluh menit terbang, pilot sudah mengabarkan bahwa Casa 212 akan mendarat pada pukul 15.12 Wita atau 3 menit lebih cepat.

Tak lama berselang, pilot melakukan kontak dengan menara bandara dan meminta izin untuk menurunkan ketinggian dari 8.000 kaki. Ternyata, itu menjadi kontak terakhir antara menara bandara dan pesawat berbaling-baling ganda tersebut.

Yang terjadi, seperti dikenang Erwin yang saat itu menjabat direktur cabang PT Wenang Sakti Gorontalo, pesawat buatan Industri Pesawat Terbang Nusantara pada 1985 tersebut lalu mulai tidak stabil.