Pencairan BLT Migor Ditarget sebelum Lebaran Cair

Pengunjung membeli minyak goreng kemasan
Pengunjung membeli minyak goreng kemasan di Pusat Perbelanjaan, Jakarta, Jumat (18/3/2022). Imbas Pemerintah mencabut kebijakan Harga Eceran Tertinggi (HET) minyak goreng berdampak pada daya beli masyarakat menurun karena melambungnya harga dipasaran dibandingkan saat terjadinya kelangkaan. Terlihat sejumlah rak-rak minyak goreng kemasan di supermarket Jakarta pun kembali penuh. Foto: Dery Ridwansah/ JawaPos.com

JAKARTA — Distribusi bantuan langsung tunai minyak goreng (BLT migor) akan dikebut. Pemerintah mematok momen Ramadan sebagai batas waktu penyaluran BLT migor.

Sekretaris Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Susiwijono Moegiarso menjelaskan, BLT migor akan menargetkan 2,5 juta pedagang kaki lima (PKL). Khususnya warung makan dan penjual gorengan di 514 kabupaten/kota seluruh Indonesia. Nominalnya sebesar Rp 300 ribu untuk tiga bulan, yakni sejak April hingga Juni.

Bacaan Lainnya

Susiwijono menyatakan, BLT migor merupakan rumpun dari program bantuan tunai pedagang kaki lima, warung, dan nelayan (BTPKLWN). Selain itu, ada BTPKLWN lain sebesar Rp 600 ribu untuk PKL warung dan nelayan di 212 kabupaten/kota. Skema penyalurannya melibatkan langsung TNI dan Polri.

’’Sesuai dengan arahan Bapak Presiden, program BLT ini sudah harus tersalurkan pada Ramadan. Bahkan paling lama kalau bisa seminggu sebelum Idul Fitri,’’ kata Susiwijono kemarin (8/4). Artinya, pencairan kedua program itu harus cepat dilakukan.

Direktur Jenderal Anggaran Kementerian Keuangan Isa Rachmatarwata menyebutkan, anggaran BLT migor disiapkan Rp 6,95 triliun. Program tersebut dibagi menjadi dua rumpun penerima. Yaitu, bansos pangan dianggarkan Rp 6,2 triliun dan BTPKLWN Rp 750 miliar. ’’Bantuan Rp 6,2 triliun untuk 20,65 juta keluarga yang menerima PKH (program keluarga harapan) dan bansos (bantuan sosial) pangan. Untuk PKLW itu, kami berikan kepada 2,5 juta PKL,’’ jelasnya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.