Akses anak sekolah terhadap angkutan pun menjadi perhatian pemkot. Makanya disediakan bus sekolah dan angkutan kota (angkot) gratis khusus bagi pelajar.
Sudah setahun ini, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Kediri mengoperasikan tiga armada bus sekolah.
——————————-
Bus-bus ini dioperasikan di tiga rute di luar trayek angkot. Sehingga anak yang rumahnya tidak dilintasi angkot tetap bisa menggunakan angkutan masal berupa bus
tersebut.
Para siswa pun kini menjadi mudah mobilisasi. Terutama ketika mereka berangkat maupun pulang sekolah.
“Dua-duanya (bus dan angkot) gratis bagi pelajar Kota Kediri,” terang Ferry Djatmiko, Kepala Dishub (Kadishub) Kota Kediri.
Ferry menjelaskan bahwa sejauh ini antusiasme masyarakat terhadap keberadaan bus sekolah masih tinggi. Pasalnya, setiap armada yang seharusnya hanya diisi sekitar 37 penumpang harus mengangkut 20 persen lebih banyak dari kapasitas normal.
“Banyak yang ingin naik tetapi kapasitasnya terbatas,” tambah Bambang Trilasmono, kabid manajemen angkutan dishub.
Makanya, saat ini dishub sedang mengajukan permohonan bantuan tambahan armada bus sekolah ke Kementerian Perhubungan (Kemenhub). Menurut Bambang, total armada yang dibutuhkan Kota Kediri sekitar 10 unit bus. Sehingga masih dibutuhkan tujuh armada tambahan lagi.
“Masih kita ajukan agar lebih banyak lagi pelajar Kota Kediri yang bisa memanfaatkan bus sekolah gratis tersebut,” bebernya kepada wartawan koran ini.
Untuk diketahui, bus sekolah gratis merupakan hibah dari Pemerintah Pusat sebagai bentuk apresiasi atas penghargaan Wahana Tata Nugraha (WTN) bidang lalu-lintas yang diraih Kota Kediri di 2015.
Ketiganya kini dioperasikan dalam tiga trayek yang berbeda.Yakni Terminal Baru-Jalan Penanggungan-SMPN 7 dan SMAN 6; Terminal Baru-SMAN 4-Kelurahan Bawang, Betet; dan Terminal Baru-Kelurahan Dermo-SMPN 6.
Bagaimana dengan angkot gratis yang digagas Dishub?
Memang menurut Bambang antusiasme pelajar ke angkot gratis tidak sebesar bus sekolah. Meski demikian, menurutnya tingkat pemanfaatan angkot gratis naik 40 persen dibandingkan sebelum ada program angkot gratis.
“Antusiasme tidak sebesar bus skeolah, tetapi sudah cukup banyak penumpangnya dibandingkan dulu-dulu,” kata Bambang.
Makanya saat ini, dishub merencanakan untuk melaksanakan peremajaan bagi angkot yang sudah hampir habis masa ekonomisnya.
“Dengan kondisi fisik angkot baik, diharapkan pelajar tidak segan menggunakan angkot untuk mobilitasnya berangkat dan pergi sekolah,”tandasnya.
Dengan banyaknya fasilitas angkutan masal yang bisa dimanfaatkan para pelajar, diharapkan angka penggunaan sepeda motor di kalangan siswa menjadi menurun. Ini ditujukan agar angka kecelakaan dan pelanggaran lalu lintas di kalangan siswa bisa ditekan. (rk/dna/die/JPR)



