Pekerja Migran Indonesia Kini Bisa Kembali Bekerja di Korea Selatan

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut pembukaan kerja di Korea adalah penempatan pekerja migran skema Employment Permitt System (EPS) untuk Indonesia. (Dery Ridwansah/JawaPos.com)

JAKARTA — Kementerian Ketenagakerjaan menyatakan bahwa Pemerintah Korea Selatan membuka kembali dan menghapus pembatasan jumlah tenaga kerja asing di negeri ginseng tersebut untuk Indonesia. Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menyebut, pembukaan tersebut termasuk untuk penempatan pekerja migran skema Employment Permitt System (EPS) untuk Indonesia.

“Minister of Employment and Labour Ahn Kyung-deok memutuskan untuk membuka kembali dan menghapus pembatasan jumlah tenaga kerja asing yang masuk dengan mempertimbangkan persyaratan karantina sebelum dan sesudah masuk negara Korea Selatan,” ujarnya dikutip Sabtu (6/11).

Bacaan Lainnya

Ida mengatakan, keputusan tersebut setelah Dirjen Binapenta dan PKK Kemnaker Suhartono bertemu dengan Atase Tenaga Kerja Korsel, Mr. Lee Junho di Jakarta.

Ida menyebut, upaya penempatan kembali PMI ke Korea telah dimulai sejak Juli 2021. Pada 26 Juli 2021 lalu pihaknya telah mengirimkan surat kepada MoEL untuk dapat mempertimbangkan pembukaan kembali penempatan PMI. Permohonan ini mempertimbangkan penurunan jumlah positive rate Covid-19 di Indonesia.

“Dengan kembali dibukannya penempatan PMI ini, maka mewakili Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan apresiasi dan terima kasih setinggi-tingginya kepada Pemerintah Korea atas kerja sama yang terjalin baik selama ini, khususnya di bidang penempatan dan pelindungan PMI secara G to G melalui EPS sejak 2008,” tuturnya.

Ida mengungkapkan, Korea menjadi salah satu negara tujuan penempatan favorit para PMI. Data penempatan PMI menunjukkan, jumlah peminat setiap tahun lebih dari 10.000 orang PMI. Pada tahun 2019, terdapat 9.946 PMI yang lulus. Setahun berikutnya turun menjadi 2.422 orang PMI dan kembali menurun menjadi 2.290 pada 2021.

Sementara itu, Dirjen Binapenta dan PKK Suhartono mengatakan, dalam pertemuannya dengan Mr Lee Junho, Pemerintah Korsel mempersyaratkan telah dilakukannya vaksinasi dan tes PCR bagi CPMI yang akan masuk ke negaranya.


Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *