Namun pesan singkat berlanjut hingga Hendra mengaku sebagai rasul utusan Allah SWT. Saat itu Hendra memang belum sempat mengajak warga menjadi pengikutnya, meskipun demikian Abas kuatir jika hal itu terjadi.
“Saya kuatirnya barangkali mendoktrin anak-anak remaja, yang akhirnya menyimpang dari agama Islam,” ucapnya.
Masih dengan Abas saat ini Hendra masih dimaafkan atas perbuatannya. Abas bersama warga akan terus memantau perilaku Hendra, jika berbuat semakin aneh, terpaksa akan diusir.
Sebenarnya, profesi Hendra tidak hanya sebagai pedagang cilok dan tukang becak. Bapak dua anak itu juga melayani jasa pijat tradisional di rumahnya, sedangkan istrinya, berprofesi sebagai buruh cuci pakaian. (mei)




