Pertama, karena pada kelompok masyarakat berisiko, perlindungan vaksin pada tubuhnya sudah mulai kadaluarsa. Misalnya pada lansia dan juga tenaga kesehatan.
Kedua, banyak masyarakat berisiko sudah lewat dari 6 bulan lalu mendapatkan booster. Dan dengan booster lanjutan, akan melindungi 60 persen mencegah dari keparahan dan 72 persen dari kematian.
“Tapi bukan semuanya butuh booster 2 kali, tetapi mereka yang berisiko saja yakni seperti pelayan publik, nakes, hingga lansia,” tutupnya.(*)




