SULSEL – Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sulawesi Selatan (Sulsel) angkat bicara terkait video jamaah mengumandang Indonesia Raya sebelum salat Tarawih yang viral di media sosial.
Sekretaris Umum MUI Sulsel, Dr KH Muammar Bakry Lc MA menyebut, agama maupun negara masing-masing memiliki nilai kesakralan tersendiri. Karena itu, ia meminta agar masing-masing harus ditempatkan pada proporsinya.
Dekan Fakultas Syariah UIN Alauddin Makassar ini menjelaskan, syiar agama yang ditolerir dilaksanakan adalah yang tidak bertentangan dengan syariah dan akal sehat mainstream umat Islam.
Syiar seperti ceramah agama sebelum tarawih, zikir wirid dan sejenisnya. “Sebaiknya kegiatan seperti ini tidak perlu dilakukan agar tidak terkesan melecehkan agama maupun bangsa,” imbuhnya.
Meski demikian dirinya mengimbau kepada umat Islam agar menyikapi masalah ini dengan bijak karena boleh jadi ada oknum tertentu yang sengaja memanfaatkan situasi ini untuk menjatuhkan golongan tertentu.






