JAKARTA – Di tengah derap disiplin dan kegagahan prajurit Korps Marinir, suasana batin di Kesatrian Marinir Hartono, Cilandak, mendadak berubah menjadi teduh dan reflektif. Malam ke-17 Ramadan 1447 H menjadi saksi pertemuan antara pimpinan sipil dan korps baret ungu dalam balutan Peringatan Nuzulul Quran dan Buka Puasa Bersama, Jumat (06/03/2026).
Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN), Nusron Wahid, yang hadir sebagai penceramah utama, memberikan pesan mendalam mengenai esensi turunnya wahyu pertama Al-Qur’an di Gua Hira. Di hadapan ratusan prajurit TNI Angkatan Laut, Nusron menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah nikmat agung yang melampaui segala harta duniawi.
Dalam ceramahnya di Gedung Aminullah Ibrahim, Menteri Nusron membedah relevansi Al-Qur’an bagi kehidupan manusia modern, khususnya bagi mereka yang mengemban amanah negara. Ia mengutip Surat Yunus ayat 58 untuk menekankan mengapa umat Muslim harus bergembira atas hadirnya kitab suci ini sebagai hidayah.
“Al-Qur’an berisikan perintah, larangan, janji Allah terkait surga dan neraka, serta cerita masa lalu untuk pembelajaran. Bagi mereka yang tidak beriman, mungkin Al-Qur’an dianggap fiksi. Namun, bagi orang yang percaya, ini adalah fakta tentang janji Allah,” tegas Menteri Nusron dikutip Radar Sukabumi pada halaman resmi website Kementerian ATR/BPN.
Pesan ini seolah menjadi pengingat bagi para prajurit bahwa di balik tugas berat menjaga kedaulatan, ada panduan spiritual (kompas batin) yang harus selalu dirujuk agar setiap langkah tetap berada di jalan kebenaran.
Acara ini menjadi potret harmonis sinergi antar-lembaga negara. Kehadiran tokoh-tokoh kunci TNI AL seperti Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Muhammad Ali, Wakil KSAL Laksamana Madya TNI Edwin, hingga Panglima Korps Marinir Letnan Jenderal TNI Endi Supardi, mempertegas soliditas di bulan Ramadan.
Suasana khidmat tersebut bukan hanya milik para petinggi dan prajurit. Kehadiran pengurus Jalasenastri Pusat serta puluhan anak yatim piatu menambah dimensi kemanusiaan dalam acara tersebut. Ramadan dipandang bukan sekadar momentum menahan lapar, melainkan waktu untuk memperkuat ikatan sosial dan empati.
Menjelang azan Magrib, acara ditutup dengan aksi nyata yang mencerminkan ajaran berbagi dalam Al-Qur’an. Menteri Nusron bersama jajaran pimpinan tinggi TNI AL menyerahkan santunan dan bingkisan kepada perwakilan anak yatim piatu.
Bingkisan berupa paket sembako, alat tulis, dan tas sekolah diserahkan sebagai simbol dukungan terhadap pendidikan dan kesejahteraan generasi mendatang. Melalui kegiatan ini, peringatan Nuzulul Quran di markas marinir tersebut tidak hanya berhenti pada retorika ceramah, tetapi mewujud dalam tindakan konkret yang membawa manfaat bagi sesama, pungkasnya. (Den)






