JAKARTA – Teror orang gila merambah ke sejumlah daerah. Selain Jakarta dan Jawa Barat, begal ulama mulai menghantui pengurus masjid, aktivis Islam dan pengasuh pondok pesantren (Ponpes) di Lampung.
Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Lampung, Khairudin Tahmid mengatakan, orang gila yang telah meneror para pengurus masjid, aktifvis Islam hingga pengurus pondok terlihat berpura-pura gila. Bahkan ia mengatakan orang gila tersebut seperti mempunyai misi tersendiri.
“Saya menyimpulkan sepertinya orang gila itu diproduk, seakan-akan mereka membawa misi untuk menghabisi para ustadz dan para ulama karena para ulama mempunyai karakteristik bagus dan tegas,” jelas Khairudin kepada radarlampung.co.id, Senin (19/2).
“Saya belum tahu pasti tapi kalau dari informasi yang kami terima dari Jawa, orang gila itu sepertinya dibuat berpura gila. Masa iya orang gila di dalam tas ada senjata,” tambahnya.
Dengan adanya teror orang gila itu, Khairudin menghimbau kepada para pengurus masjid, aktivis hingga pengurus ponpes untuk berhati-hati pada saar keluar malam untuk melaksanakan shalat.
“Langkah dari kita, untuk para ulama jika ingin keluar hati-hati kemudian kepada santri-santri harus waspada. Kalau biasanya kita tidur nyenyak coba sekarang diadakan jaga malam seperti jaman dulu, dan jagalah pondok pesantren masing-masing kemudian kalau ada ustadz-ustadz yang berbobot tolong dilihat dipantau karena mereka sudah lemah-lemah,” imbaunya.
(adm/ang/radarlampung/pojoksatu)




