JAKARTA — Banyak orang kaget dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) yang menetapkan Thomas Trikasih Lembong alias Tom Lembong terkait kasus impor gula di Kementerian Perdagangan periode 2015-2016 lalu. Hal itu mengingat rekam jejak Tom sendiri.
Diketahui bahwa Tom Lembong menjadi salah satu orang yang terkenal vokal menjadi lawan politik dari Presiden RI ke-7 Joko Widodo sekaligus Presiden Prabowo Subianto maupun Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka di Pilpres 2024.
Saat itu, ia berada di sisi yang berseberangan dengan Jokowi, Prabowo, maupun Gibran yang kini berkuasa di pemerintahan karena mendukung Anies Baswedan.
Nama Tom Lembong sendiri mencuat saat dirinya disebut oleh Gibran dalam debat Pilpres 2024 saat beradu argumen dengan Muhaimin Iskandar (Cak Imin) yang saat itu merupakan Calon Wakil Presiden mendampingi Anies.
Mulanya, saat itu Cak Imin mengatakan bahwa pernyataan Gibran tak menjawab pertanyaannya soal pemerataan pembangunan di Indonesia. Menanggapi ulang hal itu, Gibran tak terima.
“Pemerataan pembangunan yang tidak lagi jawasentris, tapi Indonesia sentris, pembangunan IKN sebagai simbol transformasi pembangunan Indonesia, Papua dan lain-lain. Itu kan tadi sudah saya jawab,” sanggah Gibran.
“Intinya pembangunan tidak boleh lagi jawa sentris, harus lebih memperhatikan masyarakat terutama yang ada di luar jawa biar bisa merasakan akses konektivitas yang lebih baik lagi,” sambungnya.
“Mungkin tadi gus Muhaimin juga tidak paham dengan pertanyaan yang diberikan ke saya. Mungkin itu kan dapat contekan dari pak Tom Lembong mungkin dia,” turur Gibran pada Minggu (21/1) lalu.
Serangan balik Tom Lembong
Setelah pernyataan Gibran soal Cak Imin yang diberi contekan oleh Tom Lembong, di sesi lainnya aksi itu kian memanas. Cak Imin menyebut tampaknya pihak Gibran rindu pada sosok Tom Lembong.





