Baku hantam diantara keduanya tak terhindarkan. Pelaku berulang kali mengayunkan katana kepada Munir, dan sebaliknya Munir berupaya melumpuhkan pelaku dengan menembakkan timah panas ke kaki pelaku.
Meski peluru sudah bersarang di kedua kaki pelaku, namun Suliono masih sempat mendorong Munir untuk menjauh. Beruntung, jemaat yang masih di dalam gereja langsung sigap dan mengeroyok Suliono. “Saat itu juga kami amankan,” ucapnya.
Menghadapi orang yang mengancam jiwa manusia ini, baginya sudah biasa. Ia tak merasa grogi atau gugup karena sudah 25 tahun di bagian Reserse dan Kriminal (Reskrim).
Selepas berhasil diamankan, Suliono yang merupakan warga asal Krajan, RT 2/1, Kandangan, Kecamatan Pasanggrahan, Kabupaten Banyuwangi, Jatim ini pun dibawa ke RS UGM sebelum akhirnya dirujuk ke RS Bhayangkara Yogyakarta untuk penanganan lebih lanjut.
Sementara ia diberikan perawatan dan mendapatkan 4 jahitan di tangan kirinya akibat terkena sabetan katana. Sementara pada kakinya beruntung tidak mengalami luka yang serius. “Hanya sepatu saja yang rusak,” paparnya.
Terpisah, Humas Polda DIY AKBP Yulianto mengatakan, tindakan yang dilakukan oleh Munir yang cukup berisiko tersebut patut diapresiasi. Pihak Polda pun saat ini masih menggodok untuk diberikan suatu reward kepadanya. “Nanti akan kami umumkan penghargaan apa yang akan didapatkan,” ucapnya.(dho/JPC)



