Baidhowi stres. Dia berusaha tenang. Malah, lelaki gagah berkulit kuning itu berencana mengajak Okta ke rumah istrinya di Jombang. ”Biar diselesaikan. Saya ikhlas,” ucapnya kepada polisi.
Jumat (23/ 3) Baidhowi membuat janji untuk bertemu dengan Okta. Keduanya sepakat datang di area parkir pabrik. Okta lalu diajak ke kos-kosan.
Hari itu dua karyawan satu pabrik tersebut berencana berangkat bareng ke jombang Namun, mereka mampir dulu ke kamar kos Baidhowi.
Keduanya masuk kamar di lantai, 2. Si tamu disuguhi minuman. Belum sempat minum, palu besi melayang ke kepala Okta. Baidhowi seperti kerasukan.
Dia menggenggam martil dan mengayunkannya ke kepala Okta. Berkalikali. “Saya nggak ngerti. Wis peteng (gelap mata, Red), ” ucapnya. ‘’, Okta kesakitan.
Darah segar muncrat ke lantai kamar kos. Okta lalu ke luar. Baidhowi terus mengejar sambil menghantamkan palu kepada” Okta. Wajahnya penuh darah.
Baidhowi memburu sampai sasaran menuruni tangga. Tetangga sekitar melihat kejadian itu. Namun, tidak ada yang berani mendekat. Baidhowi yang biasanya dikenal sabar kali ini tampak beringas.
Okta sempat melawan. Namun, dia akhirnya tersungkur ke tanah. Baidhowi menjatuhkan besi bertangkai itu.
Warga membawa Okta ke Klinik Satelit Perumahan Gresik Kota Baru (GKB) Namun, kondisinya parah. Dia dirujuk ke RS Petrokimia, Gresik. Polisi datang dan mengamankan Baidhowi ke Mapolsek Manyar.
(jpg/ysp/pojoksatu)





