NASIONAL

Melihat Jalan Damai Prajurit TNI yang Akan Dikirim ke Kongo: Misi Tanpa Letusan

×

Melihat Jalan Damai Prajurit TNI yang Akan Dikirim ke Kongo: Misi Tanpa Letusan

Sebarkan artikel ini
BERNEGOSIASI : Komandan Tim Letnan Satu (Inf) Muhammad Tauhid Romadhan Saat bernegosiasi dengan prajurit anggota Angkatan Bersenjata Republik Demokratik Kongo (FARDC). 

Dengan kecakapan prajurit Garuda, akhirnya tidak terjadi. Namun, belakangan ternyata lelaki yang menyandera Mr Hanix tersebut bukan warganya.

Bank bjb Tandamata

lelaki yang mengacungkan parang itu adalah anggota salah satu kelompok milisi. Ketegangan terjadi, Pasukan Garuda berulang kali mengajak milisi tersebut menurunkan parangnya.

Namun, milisi tersebut justru mencopot sarung parangnya. Perlahan, kepala desa dan tentara FARDC mendekati milis tersebut sambil memintanya tenang.

Dengan cepat, kepala desa dan tentara FARDC merenggut parang di tangan milisi tersebut. Pasukan Garuda pun langsung membebaskan dan mengamankan Mr Hanix. Sementara itu, milis tersebut diserahkan kepada tentara FARDC.

Tidak sampai disana, sebelum meninggalkan lokasi pasukan garuda kembali melakukan penyisiran ke lokasi-lokasi yang dinyatakan berbahaya. 

Setelah misi berhasil,  satu peleton Pasukan Garuda tersebut kemudian kembali ke markas dengan berjalan kaki.

Tepat pukul 10:48 WIB pasukan sudah kembali masuk ke markas. Seperti biasa, sebelum membubarkan pasukan komandan tim melakukan evaluasi dan pengosongan peluru.

Ditemui terpisah, Komandan Kompi (Danki) C Kapten (Mar) Agung Priantoro, Satgas Indo RDB 39G Monusco menjelaskan sejumlah skenario misi yang diberikan kepada timnya pada hari kedua latihan pratugas aplikasi lapangan di antaranya foot patrol, cordon and search, dan pembajakan (hijack).

Kepada dua jurnalis Agung menjelaskan hal yang menjadi tantangan dalam penugasan pertamanya ke luar negeri tersebut adalah adanya perbedaan konsep operasi yang biasa dilakukan di dalam negeri.

Penugasan di Pasukan Garuda tersebut, berada di bawah aturan-aturan yang ditetapkan oleh PBB.

Sehingga, kata-kata prajurit yang sehari-hari menjabat sebagai Danki D Yonif 4 Marinir itu, pasukan membutuhkan waktu untuk menyelaraskan antara aturan yang ditetapkan PBB dengan pengalaman mereka bertugas di dalam negeri.

Alumni Akademi Angkatan Laut tahun 2015 itu menjelaskan terdapat tiga tugas yang menjadi tanggung jawabnya yakni melindungi masyarakat sipil, pelucutan senjata dan stabilisasi situasi keamanan, dan pengamanan aset PBB di Kongo.

Berdasarkan informasi yang didapatkan dari Satgas yang akan digantikan oleh timnya, Kompi C Bogoro bertanggung jawab kepada wilayah seluas sekira 60 desa dengan jumlah penduduk diperkirakan lebih dari 10 ribu jiwa.

“Kami berharap dalam penugasan ke depan, Kami mampu melaksanakan seluruh tugas yang diberikan satuan atas kepada kami. Dengan Catatan kami berangkat lengkap dan pulang lengkap tanpa kekurangan apapun, tandasnya. (*)