NASIONAL

Marzuki, Bek Persewangi yang Tak Bisa Pulang Gaji Macet, Kerja Serabutan Jadi Penjemur Jagung

×

Marzuki, Bek Persewangi yang Tak Bisa Pulang Gaji Macet, Kerja Serabutan Jadi Penjemur Jagung

Sebarkan artikel ini

FREDY RIZKI, Banyuwangi

AWAL pekan lalu, enam pemain dari Persewangi 1970 mendatangi pengurus Askab PSSI dan wartawan Jawa Pos Radar Banyuwangi. Mereka mengadukan nasibnya karena gaji sebagai pemain tak terbayarkan hingga awal tahun 2018.

Bank bjb Tandamata

Dari keenam pemain itu, sebagian besar adalah pemain asal Banyuwangi wilayah selatan. Namun ada satu yang paling menarik perhatian. Dari logat bicaranya, pria bernama Marzuki Madong itu berasal dari Kota Pare-Pare, Provinsi Sulsel.

Saya pun semakin tertarik berbicara lebih lanjut dengan pemain belakang Persewangi tersebut. Karena jika memang benar keenam pemain itu tak dibayar, Maka Marzukilah yang paling merasakan dampaknya karena berdomisili yang paling jauh. Dia pun mulai bercerita jika asal mula dirinya bisa datang ke Banyuwangi karena sempat mendapat janji manis dari salah satu pengurus Persewangi 1970.

Marzuki yang saat itu berada di Surabaya – usai bermain untuk mantan klubnya yaitu Yahukimo FC – langsung mengiyakan dan ikut berangkat ke Banyuwangi untuk membela Persewangi 1970. ”Saya sudah bermain tiga tahun di Yahukimo FC, tapi ditawari Febrian Sofiandi untuk memperkuat Persewangi 1970. Katanya sekarang sudah dipegang PT, jadi gajinya pasti terjamin,” kisah Marzuki.

Sepertinya nasib kurang beruntung justru diterima oleh Zuki. Sejak bulan Juli 2017 lalu, gajinya sebagai pemain tak kunjung diberikan oleh manajemen tim. Akibatnya, putra dari almarhum Muhamad Dong dan almarhumah Samsani itu tidak bisa melunasi beberapa kebutuhan hidupnya.