Menurutnya, berdasarkan laporan yang diterima Muhammadiyah sejak pandemi Covid-19 ini telah melibatkan lebih dari 83 rumah sakit dari sekitar 116 Rumah Sakit Muhammadiyah yang cukup kuat.
Hal ini pun belum termasuk pelayanan melalui klinik-klinik Muhammadiyah dan juga melibatkan lebih dari 75.000 relawan baik dari tenaga kesehatan (nakes) maupun relawan kemanusiaan terutama yang berkaitan dengan layanan-layanan sosial dan keagamaan.
“Muhammadiyah sejak pandemi dinyatakan sebagai bencana nasional oleh pemerintah pada bulan Maret 2020 yang lalu, Muhammadiyah bahu-membahu bekerja sama dengan seluruh komponen masyarakat agar bagaimana bisa mengatasi dan berkontribusi di dalam menyelesaikan pandemi COVID-19 ini beserta permasalahan yang ada,” kata Abdul Mu’ti.
Abdul Mu’ti berharap agar umat muslim tidak berhenti untuk terus memberikan khidmat dan amal bakti kepada umat, bangsa dan kemanusiaan.






