NASIONAL

Kisah Idris Ali Ridho

×

Kisah Idris Ali Ridho

Sebarkan artikel ini

Saat Ridho diancam, Bagus yang berada di sudut bak trailer diapit oleh HP dan SW. Remaja ini pun diintimidasi. HP bahkan memukul rahang Bagus. “Bagus dipukul keras dekat mulutnya,” ungkap Ridho.

Panik dan takut melihat temannya dianiaya, Ridho nekat melompat dari atas truk yang sedang melaju. Dia jatuh ke tengah aspal. Setelah itu Ridho mengaku tidak sadarkan diri. “Saya tidak tahu apa yang terjadi dengan teman saya,” katanya. Nahas dialami Bagus. Pasalnya, saat ikut meloncat diduga kepalanya terbentur aspal. Pelajar ini akhirnya meninggal di tempat kejadian perkara (TKP).

Bank bjb Tandamata

Pascainsiden ini, HP, DK, dan SW telah diamankan polisi. Mereka kini masih menjalani proses penyidikan. Sementara keluarga Ridho merasa bersyukur, remaja itu masih diberi keselamatan. “Untung masih diselamatkan Gusti Allah. Jangan kamu ulangi lagi (menumpang truk),” tutur Imam Rofi’i ,77, kakek Ridho memberi nasihat.

Meski begitu, Imam masih khawatir perkara tidak berhenti di situ. “Semoga tidak terjadi apa-apa ya? Cucu saya hanya korban,” timpal Masemi, 65, nenek Ridho, sambil menangis.

Di rumah, Ridho memang tinggal bersama kakek neneknya. Sejak ayahnya meninggal setahun silam, ia kini tinggal dengan Alfiah, 46, ibunya. Ridho adalah anak kelima dari delapan bersaudara. “Lusa hari selamatan setahun meninggalnya bapak Ridho,” kata Masemi.

Setelah lulus madrasah ibtidaiyah (MI), oleh ibunya Ridho dipondokkan. Itu agar ia bisa mengaji. “Wong sing dadi kuwi sing tirakate gede (orang sukses itu yang besar perjuangannya),” tutur kakeknya

 

.(rk/*/die/JPR)