Ketua Panpel : Gas Air Mata Ditembak ke Tribun Jalur Evakuasi

Abdul Haris (dua dari kiri) bersama
Abdul Haris (dua dari kiri) bersama manajemen dan tim kuasa hukum. (Rafika Yahya/JawaPos.com)

JAKARTA — Ketua Panpel (Panitia Pelaksana) Arema FC Malang Abdul Haris, tersangka atas tragedi Kanjuruhan menyebut, gas air mata ditembakkan polisi ke arah tribun evakuasi.

”Gas air mata ditembakkan ke jalur evakuasi tribun,” kata Abdul Haris sehari setelah ditetapkan menjadi tersangka, Jumat (7/10).

Bacaan Lainnya

Tragedi yang menewaskan 131 orang itu disebutnya bisa diantisipasi. Sebab, dia mengaku telah menggandeng ratusan steward atau penjaga untuk pengamanan. ”Pertandingan berjalan aman, 250 steward untuk penempatan pengamanan. Ambulans ada 6. Briefing saya sudah sampaikan ke Pak Suko (tersangka lain yang menjabat sebagai Security Officer) agar pintu terbuka,” ujar Abdul Haris.

Namun, ketika kerusuhan pecah, dia mengaku fokus mengawal dan mengevakuasi tim. Dia menyatakan ada penembakan gas air mata ke arah penonton. ”Tugas panpel mengawal dan evakuasi kedua tim. Di dalam sudah ada keributan, (suporter sebenarnya) mau men-support tim kesayangan dengan masuk ke lapangan. Lalu ada penembakan gas air mata,” papar Abdul Haris.

Dia lalu meminta bantuan. Tujuannya supaya ambulans bisa dikirim sebanyak-banyaknya. ”Atas kemanusiaan saya minta diperiksa gas air mata itu seperti apa. Itu tidak sama rasanya seperti 2018,” terang Abdul Haris.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *