Karena, lanjut Muslim, terlihat segala urusan ingin diatur oleh Luhut. Tidak heran jika Luhut dianggap sebagai “menteri segala urusan”.
“Soal harga (BBM) ini padahal cukup di tingkat Pertamina saja. Ngapain Menko (Luhut) turun sampai ke soal-soal teknis,” pungkas Muslim.






