Pascapandemi COVID-19, perekonomian Indonesia tumbuh kuat didukung oleh pembangunan infrastruktur, hilirisasi sumber daya alam, dan program digitalisasi.
Ia menilai penerapan kebijakan hilirisasi selama ini terbukti memberikan kontribusi yang signifikan terhadap perekonomian Indonesia, baik melalui peningkatan nilai ekspor, kontribusi terhadap PDB, perbaikan neraca perdagangan, hingga pengembangan pusat pertumbuhan ekonomi baru di luar Pulau Jawa.
Ia menambahkan pentingnya industri yang lebih hijau tak dapat diabaikan dalam upaya mencegah krisis iklim, karena industri hijau tidak hanya mereduksi emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan lainnya, tetapi juga menghadirkan peluang ekonomi baru dan menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.
“Dengan mengadopsi teknologi dan praktik ramah lingkungan, industri dapat bergerak menuju energi terbarukan, pemakaian sumber daya yang lebih efisien dan proses produksi yang lebih bersih,” ujarnya.(*)






