Kapolda Jatim Beralasan Tembakan Gas Air Mata Karena 3 Ribu Orang Turun ke Lapangan

Suporter Aremania masuk ke dalam
Suporter Aremania masuk ke dalam lapangan usai Arema FC menelan kekalahan atas Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan, Malang.-Foto/Tangkapan Layar/Instagram/@kedirimeneh-

JAKARTA — Kapolda Jawa Timur (Jatim), Irjen Pol Nico Afinta mengatakan, Polri beserta penyelenggara serta instansi terkait, sudah melaksanakan rapat beberapa kali. Sehingga, pertandingan yang berlangsung pada Sabtu malam (1/10) disepakati hanya dihadiri oleh supporter dari Arema, sehingga tidak ada supporter dari Persebaya.

“Sedangkan Persebaya menontonnya melaksanakan nobar dari tempat beberapa titik di Surabaya. Pertandingan hari Sabtu ini berlangsung dari pukul 20.00 sampai 22.00. dalam prosesnya kemenangan ada di Persebaya 3-2,” ujar Nico kepada wartawan di Mapolres Malang, Minggu (2/10).

Bacaan Lainnya

Nico menjelaskan, selama proses pertandingan berlangsung, tidak terjadi permasalahan. Permasalahan terjadi setelah pertandingan selesai. “Terjadi kekecewaan dari para penonton yang melihat tim kesayangannya yang tidak pernah kalah selama 23 tahun bertanding di kandang sendiri tidak pernah kalah, namun pada malam ini mengalami kekalahan,” kata Nico.

Rasa kekecewaan itu kata Nico, membuat para penonton turun ke tengah lapangan dan berusaha mencari para pemain dan official Arema FC. “Oleh karena itu, pengamanan melakukan upaya-upaya pencegahan dan melakukan pengalihan supaya mereka tidak masuk ke dalam lapangan ataupun mengejar para pemain,” terangnya.

“Dalam prosesnya itu, untuk melakukan upaya-upaya pencegahan sampai dilakukan gas air mata, karena sudah anarkis, sudah mulai menyerang petugas, sudah merusak mobil,” jelas Nico lagi.

Akibatnya, para penonton yang turun ke lapangan itu kata Nico, berhamburan dan keluar ke satu titik pintu keluar yang mengakibatkan penumpukan. “Di dalam proses penumpukan itu lah terjadi sesak nafas, kekurangan oksigen, yang oleh tim medis dan tim penggabungan ini dilakukan upaya penolongan yang ada di dalam stadion. Kemudian juga dilakukan evakuasi ke beberapa rumah sakit,” terang Nico.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *