JAKARTA – 724 calon perwira remaja (capaja) TNI dan Polri dilantik oleh Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, kemarin (19/7). Mereka terdiri daei 225 dari Akademi Militer (Akmil), 102 dari Akademi Angkatan Laut (AAL), 119 dari Akademi Angkatan Udara (AAU), dan 278 dari Akademi Kepolisian (Akpol).
Ucapan selamat pun terlontar dari bibir Jokowi saat menjadi inspektur upacara pada pelantikan tersebut. Sebab, dia paham bahwa perjuangan para taruna sebelum dapat dilantik hari ini teramat berat. “Atas nama pribadi, masyarakat, bangsa, dan negara saya menyampaikan selamat atas pelantikan saudara-saudara para kesatria muda sebagai perwira remaja TNI dan Polri,” ujarnya.
Lebih lanjut orang nomor 1 di Indonesia itu mengatakan bahwa pelantikan ini menjadi langkah awal bagi perjalanan dan pengabdian mereka untuk negara. “Pengabdian untuk ideologi negara kita, Pancasila. Untuk NKRI, konstitusi, Bhinneka Tunggal Ika, serta untuk Indonesia maju yang semakin jaya,” tutur Jokowi.
Di sisi lain dia berpendapat, titik yang para taruna itu capai tidak lepas dari doa serta pengorbanan orang tua. Juga dedikasi yang diberikan oleh para pendidik selama masa pendidikan. “Selamat bertugas para patriot muda Indonesia. Jagalah kehormatan dirimu sebagai perwira TNI-Polri. Buatlah orang tuamu bangga, buatlah Indonesia berjaya, Indonesia menunggu darma baktimu,” pungkas Jokowi.
Dalam upacara pelantikan ini turut dihadiri Wakil Presiden Jusuf Kalla dan Ibu Mufidah Jusuf Kalla. Serta Menteri Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, Panglima TNI Marsekal TNI Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Tito Karnavian, Menteri Sekretaris Negara Praktikno, dan para Kepala Staf Angkatan.
Presiden juga sempat memberikan apresiasi dan menyematkan tanda pangkat perwira kepada empat orang penerima Adhi Makayasa yang merupakan penghargaan bagi para lulusan terbaik dari setiap matra TNI dan Kepolisian. Keempatnya yakni Rovi Ardya Prawira (Akmil), Faishal Djauheri (AAL), Summa Laras Fatsagunar (AAU), dan Dolly Septian (Akpol). Mereka ditemui oleh Presiden Joko Widodo selepas upacara.
(dna/JPC)



