Menyusul 20 tahun setelahnya pada tahun 1757 terjadi gempa bumi yang mengakibatkan air laut naik dan membanjiri Jakarta. Tahun 1851, terjadi gempa di Teluk Betung Lampung yang menyebabkan tsunami setinggi 1 – 1,5 meter.
Pada tahun 1863 hingga 1883 terjadi erupsi Gunung Krakatau yang memicu terjadinya gelombang tsunami dengan ketinggian 30 meter di Selat Sunda, 4 meter di selatan Pantai Sumatera dan 2 -2, 5 meter di Pantai Selatan dan Utara Pulau Jawa.
Lima bulan setelah erupsi tersebut, pada tahun 1884 terjadi tsunami kecil di Selat Sunda yang diakibatkan oleh erupsi gunung api. Lima tahun berikutnya, pada tahun 1889 terjadi kenaikan permukaan air laut yang tidak wajar di wilayah Pantai Anyer.
Gunung Krakatau kembali mengalami erupsi pada tahun 1928 yang menyebabkan kenaikan gelombang laut di sekitar wilayah gunung api. Menyusul kemudian pada tahun 1930, selama 3 bulan terjadi gelombang pasang setinggi 1,5 meter yang disusul dengan gempa di Jakarta.
Pada tahun 2018, terjadi letusan Anak Krakatau yang menyebabkan tsunami yang menyebabkan beberapa wilayah sekitar Selat Sunda terdampak.(*)






