Bukan hanya itu. Rampungnya jalan tol tersebut juga diharapkan memiliki efek terhadap perekonomian. Terutama untuk kawasan industri, kawasan ekonomi khusus, serta tempat-tempat wisata. Karena itu, dia meminta kepala daerah mengintegrasikan jalan tol dengan kawasan-kawasan tersebut.
Saat ini pun, lanjut dia, efek tol sudah mulai memberikan dampak ekonomi. Berdasar laporan yang dia terima, sudah ada tiga investasi besar yang akan masuk ke Jawa Timur. Yakni, permintaan lahan industri 400 hektare di Madiun serta masing-masing 200 hektare di Nganjuk dan Ngawi.
Jokowi yakin, selain lahan dan upah buruh yang relatif murah, keberadaan tol yang memudahkan akses ke Surabaya juga menjadi pertimbangan masuknya investasi. “Ini memang arahnya ke sana dan kalau ada investasi, artinya akan membuka lapangan pekerjaan sebanyak-banyaknya,” ungkap dia.
Berdasar pantauan Jawa Pos yang turut dalam rombongan presiden, tol trans-Jawa dari Surabaya sampai Kendal sudah cukup baik. Sepanjang jalan, bus bisa melaju mulus dengan kecepatan sekitar 80 km/jam.
Hanya, di sisi kanan kiri jalan, finishing belum sepenuhnya rampung. Di beberapa titik, terlihat bahu pembatas jalan belum terpasang. Selain itu, permukaan jalan tampak belum bersih di sejumlah lokasi.
Meski demikian, Jokowi menegaskan, tol secara umum sudah bisa dilalui pada masa mudik Natal dan tahun baru kali ini. “Sekarang langsung bisa dipakai. Nanti paling membersihkan ini saja, bisa dipakai,” tuturnya.





