Umar bercerita bahwa saat dirinya masih menjadi perwira tinggi polri, selalu membawa tongkat komando sebagai tanda jabatan kewilayahan dan kesatuan. Namun kini, ia juga masih memegang tongkat tapi tidak lagi bisa memerintah ataupun dihormati, melainkan tongkat untuk membajak sawah.
“Maka jangan sombong. Karena pangkat jabatan tongkat itu sementara enggak ada artinya. Gunakan untuk menjaga agama Allah dan melindungi yang lemah,” pungkas Umar Septono.(*)






