Sementara itu, dalam presentasi hasil survei, Iip Aditiya dari GoodStats, menjelaskan survei lembaganya, berada dalam naungan Good News From Indonesia, bertujuan memahami pandangan, sikap, dan tindakan responden terkait fenomena boikot produk yang ditengarai terafiliasi dengan Israel ini.
Adapun survei dengan seribu responden tersebut dilangsungkan dengan metode penelitian kuantitatif (Online Survey) dengan margin of error 3,1% dan tingkat kepercayaan 95%. Iip menerangkan, sebaran responden survei ini berasal dari Sumatra (15,3%), Kalimantan (4,3%), Jawa (66,1%), Sulawesi (4,5%), Bali-Nusa (6,6%) serta Maluku-Papua (3,2%). Adapun mayoritas tingkat Pendidikan Responden 52,1% Diploma/S1 sederajat, lalu 34,4% SMA/sederajat dan sisanya S2, SMP dan SD.
Temuan utama dalam survei ini yakni, sebanyak 95,3% responden mengaku mengetahui gerakan boikot ini. Sejalan dengan itu, 70,2% responden menyatakan dukungannya terhadap gerakan boikot ini. “Sebagai wujud nyata dukungannya, 77,2% responden mengaku menghindari produk terafiliasi Israel hingga saat ini,” jelas Iip.
Adapun faktor terbesar yang mendorong orang Indonesia melakukan boikot adalah solidaritas terhadap Palestina (68,1%). Selain itu, lebih dari 60%% responden mengaku aksi boikot ini mempengaruhi pilihannya dalam berbelanja. (*)






