Hari Santri Nasional, PBNU Siap Kawal Perda Dana Pesantren

RADAR SUKABUMI – Dana pesantren sangat dinanti para santri. Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) pun mengajak masyarakat turut mengawal penyediaan anggaran tersebut melalui penyusunan peraturan daerah (perda).

Sebab, dana itu bersumber dari anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Bacaan Lainnya

Pendanaan pesantren tersebut diatur dalam Peraturan Presiden (Perpers) Nomor 82/2021 tentang Pendanaan Penyelenggaraan Pesantren. Perpres yang diteken pada 2 September 2021 itu menjadi dasar hukum bagi pemerintah daerah untuk mengalokasikan anggaran dalam membantu pesantren. Karena itu, tidak ada alasan bagi pemda untuk tak mengalokasikan anggaran khusus bagi pesantren.

Ketua Rabithah Ma’ahid Islamiyah (RMI) PBNU Abdul Ghaffar Rozin mengajak semua pihak mengawal penyusunan dan pembahasan perda tersebut agar bisa tepat sasaran dan senapas dengan Perpres Nomor 82. Secara paralel, lanjut Ghaffar, pesantren juga harus disiapkan untuk mengelola dana bantuan dengan transparan dan akuntabel.

”Dibutuhkan sosialisasi khusus sehingga penggunaan dana dan pelaporannya kelak bisa berjalan dengan baik,” katanya.

Terkait perayaan Hari Santri besok (22/10), kata Ghaffar, pihaknya akan menggelar puncak Hari Santri. Amanah santri akan disampaikan Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj. Bakal ada pula 1.000 khataman Alquran.

”Kami juga akan launching gerakan pesantren asuh dengan tajuk Konser Santri untuk Indonesia,’’ terangnya.

Terpisah, Wakil Ketua DPR RI Bidang Korkesra Abdul Muhaimin Iskandar mendorong santri agar tidak lengah menjadi bagian bangsa Indonesia untuk menjaga kesucian hati dan akhlak. Serta berpegang teguh pada akidah, nilai, dan ajaran Islam rahmatan lil alamin, juga tradisi luhur bangsa Indonesia.

Ketua umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu juga mengajak kaum santri untuk terus tumbuh menjadi generasi membanggakan Indonesia. Raga, tenaga, dan buah karya para santri diabdikan khusus untuk Indonesia. ”Semakin maju santri Indonesia, maka semakin maju bangsa Indonesia,’’ terang Gus Muhaimin saat menghadiri peringatan Hari Santri Nasional (HSN) di kediaman Pengasuh Ponpes Al Madina Gunungpati Semarang Habib Umar Muthahar kemarin.

Dia berharap, santri dan pesantren dapat terus menjadi kekuatan besar bagi negara, sumber inspirasi dan kehidupan bagi bangsa Indonesia. Menurut Gus Muhaimin, santri perlu menekankan dua hal. Pertama, santri harus menjadi penopang kekuatan ekonomi baru. Kedua, santri harus melek teknologi.

Sementara itu, Wakil Presiden Ma’ruf Amin mengatakan, pesantren hari ini berada di masa yang berbeda dengan masa lalu. ”Santri yang mondok di era sekarang merupakan bagian dari generasi Z. Dan beberapa tahun ke depan, akan muncul generasi alfa di pondok-pondok pesantren,’’ katanya di Jakarta kemarin.

Dengan kondisi tersebut, Ma’ruf mengingatkan bahwa anak-anak generasi Z dan A terlahir di dunia yang serbadigital. Untuk itu, pesantren diharapkan juga adaptif serta bertransformasi sesuai dengan perubahan zaman. Jika tidak demikian, Ma’ruf khawatir eksistensi pesantren bisa terancam. Selain itu, lulusannya menjadi orang asing di zamannya.(jpg)

Editor : Ilham Safutra

Reporter : lum/wan/c6/ttg

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *