Hari Ini Presiden Jokowi Kunjungi KEK Gresik, Ini Agendanya

  • Whatsapp
MENGHAMPAR: Luas area lahan yang dipersiapkan KEK Gresik di wilayah Kecamatan Gresik mencapai 3.000 hektare. Salah satu perusahaan yang akan mengembangkan usaha smelter di KEK Gresik adalah PT Freeport Indonesia (istimewa)

JAKARTA — Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) akan kembali berkunjung ke Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Gresik di Java Integrated Industrial and Ports Estate (JIIPE), Manyar, hari ini (12/10). Sejumlah persiapan pun telah dilakukan guna menyambut kedatangan orang nomor satu di Indonesia tersebut.

Senin (11/10) kemarin, pasukan gabungan telah menggelar apel bersama di halaman kantor Pemkab Gresik. Apel itu dipimpin Kasrem 084/Bhaskara Jaya Kolonel Inf Erwin Rustiawan serta dihadiri Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Kapolres AKBP Mochamad Nur Azis, dan Dandim 0817 Letkol Inf Taufik Ismail.

Bacaan Lainnya

Erwin menyatakan, apel bertujuan agar seluruh personel memahami tugas dan tanggung jawab masing-masing. Termasuk tetap mengedepankan disiplin protokol kesehatan (prokes) Covid-19. Dia berharap, koordinasi berjalan baik dalam rangka pengamanan VVIP. ’’Apabila ada hal-hal yang menonjol, segera koordinasikan agar bisa segera diatasi,’’ tegasnya saat memberikan arahan.

Setidaknya, ada 1.000 personel untuk mengamankan kunjungan RI 1 tersebut. Mereka dibagi dalam pos-pos yang sudah ditentukan. Bahkan, sejumlah kendaraan khusus juga diterjunkan. Di antaranya, kendaraan media, water cannon, hingga barakuda.

Dihubungi secara terpisah, Kasatlantas Polres Gresik AKP Engkos Sarkosi mengatakan, kunjungan presiden tidak akan mengganggu kondisi arus lalu lintas. Aktivitas masyarakat tetap bisa berjalan seperti biasa. ’’Tidak ada pengalihan arus. Hanya pembatasan, khususnya kendaraan bermuatan besar,’’ ungkapnya.

Sebelumnya, pada 9 Maret 2018 lalu, Presiden Jokowi juga sudah pernah berkunjung untuk meresmikian JIIPE. Yakni, sebuah kawasan terintegrasi pertama di Indonesia yang dilengkapi pelabuhan dan dermaga kapal pesiar. Total area mencapai 3.000 hektare, yang terdiri atas pelabuhan umum multifungsi dan hunian berkonsep kota mandiri.

Dalam perkembangannya, JIIPE kemudian disahkan sebagai KEK Gresik dengan konsep teknologi dan manufaktur. Pengesahan melalui Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2021, tertanggal 28 Juni 2021, yang ditandatangani Presiden Jokowi. KEK Gresik itu dimiliki PT AKR Corporindo Tbk dan PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo).

Dengan status KEK tersebut, ada kemudahan-kemudian layanan bagi para investor. Baik fiskal, non-fiskal, hingga perizinan. Saat ini, sudah ada beberapa perusahaan yang berinvestasi di KEK Gresik tersebut. Salah satu di antaranya adalah PT Freeport Indonesia (FI). Bekerja sama dengan PT Cyoda International Indonesia, PT FI akan membangun dan mengoperasikan proyek smelter dan pemurnian tembaga di atas lahan seluas 100 hektare.

Sebelumnya, dalam kunjungan ke Gresik, Presiden Direktur PT FI Tony Wenas menyatakan, pemilihan KEK Gresik sebagai lokasi pembangunan smelter itu lantaran sejumlah pertimbangan. Mulai faktor utilitas pasokan listrik, gas, air, hingga fasilitas pengolahan limbah di kawasan tersebut. Selain itu, kemudahan akses dan ketersediaan pelabuhan.

Saat ini, progres pembangunan industri smelter di KEK Gresik tersebut tengah berjalan. Sempat tersendat dampak pandemi Covid-19, namun pada 2024 diproyeksikan sudah beroperasi secara penuh dengan kapasitas produksi katoda tembaga terbesar di Indonesia. Yakni, mencapai 600.000 ton per tahun.

Kehadiran KEK Gresik tersebut juga sangat diharapkan dapat menjadi pengungkit kebangkitan ekonomi lokal dan regional, serta menyerap banyak tenaga kerja. Terutama warga Gresik. Terlebih, dampak pandemi, angka kemiskinan Gresik bertambah menjadi 12,40 persen. Angka pengangguran terbuka juga bertambah dari 3,85 persen menjadi 5,84 persen.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *