Fahri Hamzah: Pemerintah Jangan Sumbat Capres dari Kalangan Kepala Daerah

Waketum Partai Gelora, Fahri Hamzah/Net

JAKARTA — Wakil Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia, Fahri Hamzah, meminta pemerintah membuka peluang kepada daerah untuk menjadi kandidat di perhelatan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2024 mendatang.

Demikian disampaikan Fahri Hamzah dalam acara Ngopi Bareng Fahri bersama Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Cirebon, Jawa Barat, Selasa (30/11). “Pemerintah pusat jangan lagi menyumbat aspirasi dari daerah. Daerah bisa mengajukan pasangan capres-cawapresnya sendiri-sendiri,” kata Fahri.

Bacaan Lainnya

Menurut Fahri, aturan Presidential Threshold (PT) 20 persen perlu dihapuskan. Pasalnya, adanya PT 20 persen tersebut mampu menghambat putra-putra daerah untuk maju menjadi presiden.

“Maka dari itu agar PT dihapus atau ditiadakan saja. Supaya dari Aceh, Papua, Cirebon dan daerah lainnya punya capres maupun cawapres yang siap maju di Pemilu. Sekali lagi, aspirasi dari daerah jangan disumbat,” katanya.

Mantan pimpinan DPR RI tersebut mengatakan, sudah saatnya rakyat memilih pemimpin yang memiliki kemampuan mengelola negara baik di eksekutif maupun yudikatif.

“Pemilu nanti pilih pemimpin yang punya kemampuan mengelola negara yang luar biasa ini. Jangan pilih wakil rakyat yang gak bisa ngomong, tapi hanya menerima gaji doang,” tegasnya.

Menurut Fahri, seorang pemimpin di eksekutif maupun legislatif harus memiliki kemampuan dalam mengelola negara, jangan asal pilih seperti yang sudah-sudah.

Alasan Fahri mengusulkan hal itu, karena potensi kekayaan sumber daya alam negeri ini luar biasa.

Pos terkait