“Kami hendak bertanya kepada mereka datang soal apa. Tapi petugas meminta kami diam. Kami dilarang memegang handphone. Bang Jek langsung dibawa ke dalam mobil,” ucapnya.
Tak lama setelah Z diborgol, beberapa orang pihak kepolisian lainnya pun masuk ke dalam homestay. Mereka melakukan penggeledahan di setiap sudutnya. Tak ada satu pun yang luput dari pencarian petugas.
Setelah beberapa saat melakukan penggeledahan, akhirnya petugas mendapati dua busur panah dengan delapan anak panah serta sepucuk senapan angin. Kemudian petugas menanyakan tas Z lalu membawanya.
Sebenarnya, dua busur beserta delapan anak panahnya merupakan pemberian Z kepada Mapala Sakai. Z sengaja meletakkannya di sana dengan alasan agar para juniornya bisa mencoba olahraga panahan jika sedang senggang. “Senapan angin itu untuk pajangan saja,” kata Mutiara.
Sekitar setengah jam usai penggeledahan, K pun datang ke homestay itu. K yang masih berstatus mahasiswa aktif di kampus ini pun tak luput dari petugas.



