’’Kami ingin mengulik kisah-kisah seputar candi di Sidoarjo hingga silsilah Kerajaan Jenggolo. Sekarang kami riset tentang ingatan kolektif dari sesepuh di Sidoarjo,’’ tambahnya.
Bukan hanya itu. Untuk mendapatkan informasi seputar Sidoarjo, mereka juga berkeliling ke tempat-tempat terkait lain.
’’Kami ke Desa Tro podo, ke panti jompo, keliling juga ke kenalan-kenalan simbahsimbah. Ingin da pat cerita yang unik-unik,’’ papar Ardi.
Ardi menyatakan, dari penggalian data itu, dirinya mendapatkan banyak cerita menarik. Misalnya, kompleks Jalan Gajah Mada yang sekarang menjadi Matahari Plaza. Dulu lokasi itu merupakan pasar tradisional besar.
’’Kami cari yang benar-benar tua, tapi masih sangat ingat,’’ katanya. Lalu, dulu ada prasasti di Waru dan Bungurasih, tetapi dibawa ke museum di Jakarta.
Rencananya, zine di-launching setelah Lebaran. Ardi mengatakan, pihaknya juga akan membuat zinezine edisi lain. Tentu tetap mengangkat seputar Sidoarjo. ’’Nanti kami juga ngajak jalan-jalan rekan-rekan ke tempat-tempat yang sudah diriset,’’ paparnya.
(*/c15/hud)



