Mereka memiliki satu tujuan. Yakni, membentuk iklim kreatif dan membuat zine yang anak muda banget. Pokoknya mencirikan Sidoarjo.
Zine itu berupa majalah yang dikemas lebih kecil. ’’Kontennya tentang awal mula Sidoarjo,’’ kata Ardi. Acara itu dikemas fun art agar anak muda berminat.
Zine memuat seputar kerajaan yang dulu ada di Sidoarjo, yakni Kerajaan Jenggolo. Juga, terkait batik jetis.
Mereka melihat dari bahan, warna, dan motif sekaligus menemukan polanya.
’’Kenapa begitu, kenapa begini, kenapa ada motif beras utah, ternyata ada makna dalam motifnya yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari,’’ jelas alumnus SMA Antartika, Sidoarjo, tersebut.
Semua konten berbasis riset. Mereka terjun langsung ke lokasi untuk melakukan wawancara. Mereka juga sowan ke budayawan Sidoarjo bernama Soekarno yang tinggal di Desa Wunut, Kecamatan Porong.



