NASIONAL

Bripka Purwandari Anggraeni, Peraih Police Award

×

Bripka Purwandari Anggraeni, Peraih Police Award

Sebarkan artikel ini

Selama berlatih, bahan yang dipakai menjahit langsung didatangkan dari Semarang. Jadi langsung diantarkan kembali ke Semarang.

”Saat ini baru membuat dompet. Namun ke depan warga akan belajar membuat kemeja dan kaos,” tegasnya.
Dompet garapan warga binaannya itu, dijual seharga Rp 8 ribu hingga Rp 10 ribu per item. ”Di desa kami hanya proses menjahit. Untuk brand masih di klaim pemesan,” imbuh ibu tiga anak ini.

Bank bjb Tandamata

Ke depan, dia berharap warga binaannya mulai belajar memasarkan barang langsung. Di mana akan belajar mengemas hingga branding.

”Kalau mereka sudah mahir menjahit, hasil belajar ini bisa dibelikan mesin bekas. Di sini mereka tak hanya belajar, namun mendapatkan ongkos selesai membuat dompet. Kalau sehari mendapatkan banyak dompet, ya bisa mendapat banyak ongkos,” imbuh istri Hari Guswanto ini.

Dengan mengerjakan dompet itu, warga tak perlu jauh-jauh ke luar negeri dan jauh dari keluarga. Mereka bisa tetap produktif membantu keuangan rumah tangga dan tetap melaksanakan tanggung jawab sebagai ibu.

Dari apa yang dilakukannya terhadap warga tersebut, Bripka Nenny meraih berbagai penghargaan. Terakhir dia mendapatkan penghargaan dan dedikasi di bidang Pemberdayaan Perempuan dalam Police Award 2018 yang digelar Polda Jateng.