NASIONAL

Bripka Purwandari Anggraeni, Peraih Police Award

×

Bripka Purwandari Anggraeni, Peraih Police Award

Sebarkan artikel ini

Setelah bertemu perajin dompet itu, mulailah dia memikirkan bagaimana kerajinan tersebut diminati warga. Serta bagaimana cara mengumpulkan warga agar mau belajar menjahit dan bisa menjadi perajin. Dengan behitu, mampu mengurangi keinginan warga yang didominasi perempuan bekerja ke luar negeri.

Untuk memancing warga supaya mau belajar menjahit dompet, perempuan asal RT 1/RW 1 Desa Kemloko Kecamatan Godong ini berinisiatif memberikan bantuan mesin jahit. ”Tidak mungkin juga warga tersebut belajar menjahit tapi harus mengganggu orang lain yang sedang menjahit. Karena tidak adanya mesin jahit,” ungkapnya.

Bank bjb Tandamata

Bripka Nenny lantas berpikir menyediakan mesin jahit agar warga binaannya bisa belajar gratis tanpa mengganggu pekerjaan perajin lainnya.

”Meski baru dua mesin jahit, sebanyak 15 warga rata-rata usia 25-35 tahun langsung tertarik mengikuti latihan secara bergantian setiap harinya. Bahkan tujuh di antaranya telah membuka usaha menengah mandiri (UMK),” jelasnya.

Dia pun meletakkan mesin jahit tersebut di salah satu perajin yang mau mengajarkan hingga mengarahkan. Kemudian warga yang ingin belajar tinggal datang ke sana sesuai jam yang ditentukan dan bergantian. Mulai pagi, siang, hingga sore.