BMKG : Ada Potensi Gempa Besar Magnitudo 8,7 Selat Sunda

Gempa Banten Jumat petang (14/1).

JAKARTA – Warga DKI Jakarta sekitar perlu terus waspada akan potensi gempa besar magnitudo 8,7 di Selat Sunda. Namun kapan gempa ini terjadi tak ada yang dapat memastikan.

BMKG menyampaikan adanya potensi gempa besar dari megathrust Selat Sunda. Gempa itu berpotensi magnitudo 8,7. Koordinator Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono menjelaskan soal potensi gempa besar ini, Sabtu (15/1/2022).

Bacaan Lainnya

BMKG tidak bisa memprediksi kapan gempa magnitudo 8,7 itu bakal terjadi. Soalnya, hingga hari ini, tidak ada teknologi yang mampu memprediksi terjadinya gempa sebagaimana prediksi cuaca.

“Sebenarnya gempa kemarin itu bukan ancaman sesungguhnya ya, ancaman sesungguhnya itu ada di magnitudo 8,7, tapi entah kapan kami nggak tahu, tapi nggak bisa diprediksi,” kata Koordinator Bidang Mitigasi Gempa Bumi dan Tsunami BMKG Daryono, Sabtu (15/1/2022).

Terkait mewaspadai gempa besar ini, BMKG dan pihak terkait hanya bisa melakukan mitigasi bencana.

Warga DKI Jakarta sekitar masih memiliki kesempatan untuk mempersiapkan segala hal untuk mencegah efek buruk dari gempa itu.

“Ya itu tadi, terkait dengan potensi itu, kita belum bisa memprediksi ya, tapi kapan terjadinya tidak tahu,” katanya.

“Kita masih bisa menyiapkannya mitigasi konkret seperti membangun bangunan tahan gempa, kemudian merujuk tata ruang aman dari risiko tsunami, kemudian menyiapkan jalur evakuasi, memasang rambu evakuasi agar sampai ke tempat aman lebih cepat,” kata Daryono.

Sementara itu, Kepala BMKG Dwikorita Karnawati mengatakan, gempa besar terjadi pada periode 1851 hingga Agustus 2019. Dan ada delapan kali gempa yang berkekuatan besar.

“Perlu kami sampaikan berdasarkan catatan sejarah kegempaan, sejak 1851 hingga 2019, telah terjadi beberapa kali gempa bumi di wilayah tersebut,” ujar Dwikorita dalam konferensi pers yang diikuti dari Jakarta, Jumat (14/1).

Kepala BMKG merinci gempa kuat di sekitar Teluk Betung dan Selat Sunda menyebabkan gelombang tsunami setinggi 1,5 meter pada Mei 1851.

Namun, tidak ada laporan berapa kekuatannya.

Kemudian, gempa yang juga tidak diketahui kekuatannya menyebabkan tsunami kecil pada 9 Januari 1852.

Tsunami di atas 30 meter akibat letusan Gunung Krakatau terjadi pada 27 Agustus 1883.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.