Hal ini merupakan bentuk perhatian dan keseriusan pemerintah dalam penyediaan rumah dan penataan kawasan lingkungan pendidikan. “Tahun 2018 lalu ada 275 tower rusun yang dibangun, 30 persennya sekitar 100 unit merupakan rusun mahasiswa dan ponpes,” kata Basuki di lokasi peresmian.
Direktur Jenderal Penyediaan Perumahan Kementerian PUPR Khalawi AH mengatakan, rusun telah dilengkapi fasilitas listrik, air, kamar mandi luar dan meubelair seperti tempat tidur bertingkat, lemari dan meja belajar. Kedua rusun mahasiswa tersebut memiliki tipe 24 setinggi 3 lantai, dengan jumlah masing-masing sebanyak 37 unit yang dapat menampung 144 mahasiswa.
“Karena rusun ini diperuntukkan bagi mahasiswa yang termasuk milenial, maka desainnya pun dibuat terlihat dinamis dengan corak warna yang tidak monoton seperti rusun pada umumnya,” ujar Khalawi.
Khalawi mengatakan keberadaan Rusun mahasiswa penting untuk mendukung pembelajaran. Karena lingkungan lebih terkondisikan daripada harus kos atau mengontrak di luar kampus. Minimal untuk mahasiswa tahun pertama. “Ini penting karena pemerintah ingin fokus pada pembentukan karakter,” katanya.
Khalawi berjanji, kedepan PUPR akan membangun lagi beberapa tower rusun untuk Mahasiswa. Dari sekitar 130 tower yang akan dibangun pada tahun 2019 nanti, sekitar 30 akan dibangun di kampus. Harga sewanya pun dijanjikan lebih murah dari kebanyakan living cost di luar kampus.
“Tentu ini tidak cukup dibandingkan dengan jumlah dan kebutuhan Perguruan Tinggi se indonesia. Tapi ini adalah stimulan saja. Nanti akan dievaluasi antara kampus yang punya Rusun dengan yang tidak. Apa bertambah baik atau tidak,” jelas Khalawi.






