NASIONAL

Awal Ramadan Berpotensi Tak Serentak, MUI: Itu Sudah Biasa

×

Awal Ramadan Berpotensi Tak Serentak, MUI: Itu Sudah Biasa

Sebarkan artikel ini
penetapan 1 Ramadan
Tim Astronomi dan Ilmu Falak dari MAN 1 Solo melakukan pemantauan hilal (rukyatul hilal) dengan teleskop di laboratorium sekolah setempat, Solo, Jawa Tengah, Kamis (23/4/2020). Pemantauan hilal (rukyatul hilal) tersebut untuk penetapan 1 Ramadan 1441H. ANTARA FOTO/Maulana Surya/hp.

Ketua LPBKI-MUI Prof. Endang Soetari menyampaikan bahwa mereka mendukung kegiatan-kegiatan yang membahas permasalahan metode hisab dan rukyat. Endang mengucapkan apresiasi pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.

Bank bjb Tandamata

Guru besar astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Thomas Djamaluddin membahas potensi terjadinya perbedaan penentuan awal bulan Ramadan. Menurut Thomas hal ini bisa terjadi karena kriteria penentuan awal bulan Ramadhan berbeda-beda.

Dia menginformasikan bahwa alat bantu rukyat dianggap tidak terlalu membantu dalam menentukan hisab. “Hisab sendiri mengalami perkembangan. Semakin besar elonasi bulan akan terlihat, faktor pengganggu terlihatnya hilal adalah sinar senja matahari,” jelasnya.