Ketua LPBKI-MUI Prof. Endang Soetari menyampaikan bahwa mereka mendukung kegiatan-kegiatan yang membahas permasalahan metode hisab dan rukyat. Endang mengucapkan apresiasi pihak-pihak yang mendukung terselenggaranya kegiatan ini.
Guru besar astronomi Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Prof. Thomas Djamaluddin membahas potensi terjadinya perbedaan penentuan awal bulan Ramadan. Menurut Thomas hal ini bisa terjadi karena kriteria penentuan awal bulan Ramadhan berbeda-beda.
Dia menginformasikan bahwa alat bantu rukyat dianggap tidak terlalu membantu dalam menentukan hisab. “Hisab sendiri mengalami perkembangan. Semakin besar elonasi bulan akan terlihat, faktor pengganggu terlihatnya hilal adalah sinar senja matahari,” jelasnya.






