Arief Poyuono: Percuma Ada PPHN Kalau Presiden Hanya 2 Periode

Arief Poyuono
Mantan Wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono/Net

JAKARTA — Mantan wakil Ketua Umum DPP Partai Gerindra, Arief Poyuono menegaskan, kehadiran Pokok-Pokok Haluan Negara (PPHN) sangat dibutuhkan akan membuat presiden yang terpilih langsung lewat pemilu melaporkan setiap kemajuan yang berhasil diraihnya sesuai dengan haluan yang sudah dimandatkan MPR RI.

Begitu tegas Arief  saat berbincang dengan Kantor Berita Politik RMOL (jaringan radar sukabumi) mengenai polemik PPHN di negeri ini.

Bacaan Lainnya

BACA JUGA : Maknai HUT RI ke-76, Habib Rizieq : Merdeka dari Kemiskinan, merdeka dari ketidakadilan

Menurutnya, PPHN akan menjadi percuma jika presiden sebagai mandatoris tidak mampu melaksanakan yang sudah digariskan. Termasuk melakukan korupsi, kolusi, dan nepotisme (KKN). “Pembangunan kemudian menjadi maju mundur tidak terukur,” ujarnya.

Semakin sulit lagi, jika aturan presiden hanya bisa menjabat selama 2 periode dengan masing-masing periode 5 tahun belum diubah. Menurutnya, aturan itu membuat presiden sulit mendapatkan kepercayaan karena kepemimpinan yang solid baru bisa tercipta di periode kedua. “Itupun dalam lima tahun periode kedua butuh waktu 2 tahun untuk memulai. Kemudian mendapatkan dukungan penuh dalam dan luar negeri,” tegasnya.

Sementara saat pembangunan baru bisa berjalan di tahun ketiga periode kedua, isu pemilu sudah datang dan merusak konsolidasi yang dibangun pemerintah.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.