Tantangan regenerasi petani menjadi salah satu isu utama yang diangkat. Data BPS 2023 menunjukkan bahwa 80 persen petani Indonesia berusia di atas 40 tahun, sementara separuh pengangguran nasional adalah pemuda usia 15–29 tahun. Laporan FAO 2025 bahkan menyebutkan bahwa lebih dari 20 persen pemuda dunia tergolong NEET (Not in Employment, Education, or Training). Menurut FAO, menjembatani kesenjangan ini di sektor agrifood dapat meningkatkan ekonomi global hingga USD 1,5 triliun.
Direktur Eksekutif Pijar Foundation, Cazadira F. Tamzil, menegaskan bahwa Youth Innovation Challenge bukan sekadar kompetisi, melainkan awal dari gerakan kolektif lintas sektor untuk mewujudkan sistem pangan yang tangguh dan berkelanjutan. Hal senada disampaikan Clara Citra Arundati dari World Food Forum Indonesia yang optimistis bahwa dengan dukungan pemerintah dan sektor swasta, generasi muda memiliki potensi besar untuk memimpin transformasi agrifood Indonesia.(*)






