NASIONAL

Anak Muda Hadirkan Solusi Inovatif untuk Masa Depan Pangan Indonesia

×

Anak Muda Hadirkan Solusi Inovatif untuk Masa Depan Pangan Indonesia

Sebarkan artikel ini
Inovator muda dari seluruh Indonesia berkumpul di Youth Innovation Challenge 2025 untuk mempresentasikan inovasi berdampak untuk mempercepat transformasi sistem agripangan nasional pada Sabtu (08/11) di Jakarta.
Inovator muda dari seluruh Indonesia berkumpul di Youth Innovation Challenge 2025 untuk mempresentasikan inovasi berdampak untuk mempercepat transformasi sistem agripangan nasional pada Sabtu (08/11) di Jakarta.

JAKARTA —   Ratusan inovator muda dari berbagai daerah di Indonesia berkumpul di Jakarta dalam ajang Youth Innovation Challenge 2025. Acara ini menjadi panggung bagi generasi muda untuk mempresentasikan ide-ide segar dalam menjawab tantangan sistem pangan dan pertanian nasional. Diselenggarakan oleh Organisasi Pangan dan Pertanian Perserikatan Bangsa-Bangsa (FAO) bersama Kementerian Pemuda dan Olahraga, Pijar Foundation, dan World Food Forum Indonesia, kompetisi ini mengangkat tema “Ekonomi Sirkular untuk Masa Depan Berkelanjutan”.

Dari lebih dari 230 proposal yang masuk, terpilih 12 start-up tahap awal dan enam naskah kebijakan yang dinilai paling menjanjikan. Inovasi yang ditampilkan mencakup berbagai aspek, mulai dari pengembangan teknologi pertanian, pengurangan limbah pangan, hingga akses pembiayaan yang inklusif bagi petani kecil. Para peserta tidak hanya mendapatkan pelatihan dan bimbingan untuk memperkuat strategi bisnis dan dampak sosial dari inovasi mereka, tetapi juga berkesempatan berdialog langsung dengan perwakilan kementerian terkait untuk menyuarakan aspirasi dan mendorong integrasi kebijakan berbasis inovasi.

Bank bjb Tandamata

Esa Sukmawijaya, Asisten Deputi Pengembangan Kepemudaan Global Kemenpora, menyampaikan bahwa ajang ini menjadi bukti nyata kemampuan anak muda Indonesia dalam menjawab tantangan global dengan solusi lokal yang cerdas dan berdampak. Sementara itu, Rajendra Aryal, Perwakilan FAO untuk Indonesia dan Timor-Leste, menekankan pentingnya platform seperti Youth Innovation Challenge sebagai jembatan antara ide-ide inovatif dan peluang nyata di tingkat nasional.

Dalam kompetisi ini, total hadiah sebesar Rp84 juta diberikan kepada 10 inovator muda terbaik. Beberapa di antaranya adalah IJO yang mengembangkan biostimulan berbasis rumput laut, Arconesia yang menciptakan platform digital untuk tumpang sari ramah iklim, serta BECAK BABEL yang memanfaatkan limbah PLTU dan limbah organik untuk produksi pupuk dan budidaya maggot. Di kategori pre-seed, muncul nama-nama seperti MySalak dengan solusi IoT dan AI untuk pengendalian hama salak, Humatera dengan sistem vertikultur urban berbasis limbah dapur, serta Dyenco yang mengolah limbah kulit kakao menjadi pewarna tekstil ramah lingkungan. Sementara itu, dalam kompetisi naskah kebijakan, muncul gagasan-gagasan segar seperti pembiayaan berbasis wakaf, program makan bergizi gratis berbasis circular food governance, dan kebijakan audit pangan untuk efektivitas distribusi.