Alhamdulilah, Anak Yatim Akibat Covid Akhirnya Dapat Perhatian Pemerintah

  • Whatsapp
ILUSTRASI. Diketahui juga di masa pandemi ini 1 dari 10 orang terjerumus ke dalam kemiskinan, termasuk anak yang kehilangan orang tuanya. (Dery Ridwansah/ JawaPos)

JAKARTA — Banyak anak menjadi korban di masa pandemi Covid-19 ini, mereka menjadi yatim dan piatu. Bahkan yatim piatu setelah ditinggal meninggal kedua orang tua akibat terpapar virus. Hal ini tentu perlu mendapat perhatian lebih.

Sebab, diketahui juga di masa pandemi ini 1 dari 10 orang terjerumus ke dalam kemiskinan, termasuk anak yang kehilangan orang tuanya. Pandemi ini pun diketahui turut memberi dampak sekunder untuk 80 juta anak dalam kehidupan sehari harinya.

Bacaan Lainnya

Untuk itu, penting merespons dengan bantuan yang berorientasi kepada pengasuhan berkelanjutan, agar anak-anak tidak terlepas dari keluarga inti. Hal iji disampaikan Deputi Bidang Koordinasi Peningkatan Kesejahteraan Sosial Kemenko PMK, Andie Megantara.

“Untuk itu pemerintah mengeluarkan kebijakan fiscal skala besar, untuk mengurangi dampak negatif Covid 19. Namun tidak di pungkiri, dalam penyalurannya masih saja ada masalah dalam Bansos, terutama soal DTKS,” ungkap dia, Senin (11/10).

Menurutnya, persoalan anak-anak ini tidak bisa diabaikan karena bisa memberikan dampak berkepanjangan, menjadi rentan dan menyerang mental, baik gizi, kesehatan. “Juga bertahan hidup dengan finansial secukupnya yang akan membawa ketimpangan semakin buruk, terutama gender, kemiskinan dan disabilitas,” tutur dia.

Adapun, Direktur Rehabilitasi Sosial Anak Kemensos Kanya Eka Santi menyampaikan bahwa saat ini Kemensos fokus untuk anak-anak yang orang tuanya meninggal karena Covid-19. Pada 2022 DPR pun juga telah menyetujui anggaran untuk bantuan sosial anak-anak yatim yang di luar Covid 19.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *