NASIONAL

Alasan Sri Mulyani Keluhkan Biaya Transisi Energi, Lampaui APBN 2024

×

Alasan Sri Mulyani Keluhkan Biaya Transisi Energi, Lampaui APBN 2024

Sebarkan artikel ini
Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi di energi yang berkelanjutan sangat besar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pembiayaan untuk transisi energi
Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi di energi yang berkelanjutan sangat besar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pembiayaan untuk transisi energi

JAKARTA — Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi di energi yang berkelanjutan sangat besar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pembiayaan untuk transisi energi bisa mencapai 281 miliar dolar AS.

Target tersebut tidak bisa hanya mengandalkan pembiayaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Sehingga, menurut Menkeu, diperlukan berbagai instrumen fiskal yang variatif hingga kerja sama lintas sektor.

Bank bjb Tandamata

“Jumlah ini (biaya transisi energi) sekitar 1,1 kali total anggaran Indonesia. Jadi, tentu saja, anggaran tidak bisa menjadi satu-satunya sumber (pembiayaan),” papar Menkeu, dalam sesi tematik Indonesia International Sustainibility Forum (ISF) 2024 di Jakarta, dikutip Sabtu (7/9).

Menkeu mengaku, Pemerintah terus berupaya untuk menggunakan berbagai instrumen fiskal, seperti insentif pajak dan pengecualian bea masuk guna mendorong peran sektor swasta dalam mendukung transisi energi.