NASIONAL

Alasan Sri Mulyani Keluhkan Biaya Transisi Energi, Lampaui APBN 2024

×

Alasan Sri Mulyani Keluhkan Biaya Transisi Energi, Lampaui APBN 2024

Sebarkan artikel ini
Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi di energi yang berkelanjutan sangat besar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pembiayaan untuk transisi energi
Modal yang dibutuhkan untuk berinvestasi di energi yang berkelanjutan sangat besar. Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pembiayaan untuk transisi energi

“Kami terus berupaya tidak hanya dalam hal alokasi anggaran, tetapi juga menggunakan instrumen fiskal kami, seperti tax allowance, tax holiday, import duty exemption,” tambahnya.

Bank bjb Tandamata

Pemerintah juga menciptakan berbagai instrumen keuangan, seperti penerbitan sukuk hijau serta obligasi biru untuk mendanai proyek-proyek pemerintah yang bertujuan menurunkan emisi karbon. Sejak 2018 hingga 2023, Indonesia mencatat telah menerbitkan sukuk senilai 7,07 miliar Dolar AS.

Menkeu kemudian menekankan pentingnya mekanisme pasar berbasis pembiayaan iklim melalui penetapan harga karbon. Mekanisme ini termasuk perdagangan emisi dan mekanisme non-perdagangan, seperti pajak karbon, dan pembayaran berbasis hasil.(*)