NASIONAL

Alasan DPR Setuju Kebijakan Murid Tanpa PR di Jabar

×

Alasan DPR Setuju Kebijakan Murid Tanpa PR di Jabar

Sebarkan artikel ini
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian memberikan keterangan di Kampus UPI Bandung, Senin (9/6/2025).(Ricky Prayoga)
Ketua Komisi X DPR RI Hetifah Sjaifudian memberikan keterangan di Kampus UPI Bandung, Senin (9/6/2025).(Ricky Prayoga)

BANDUNG — Ketua Komisi X DPR Hetifah Sjaifudian mengaku setuju dengan kebijakan tidak memberikan Pekerjaan Rumah (PR) pada murid di Jawa Barat, namun bukan meninggalkannya tanpa edukasi.

Menurut Hetifah, tidak diberikannya PR pada siswa, bakal memberikan kesempatan pada siswa untuk memanfaatkan waktu luang dengan aktivitas lain di luar kegiatan belajar-mengajar formal.

Bank bjb Tandamata

“Jadi anak-anak juga perlu waktu untuk melakukan hal lain yang tidak terkait langsung dengan sekolah itu. Tapi bukan berarti tidak ada edukasi di rumahnya,” kata Hetifah di Bandung, Senin.

Menurut dia, hal ini menjadi tantangan juga untuk orang tua agar menciptakan edukasi di rumah. Karenanya dia menilai pihak sekolah bisa memberikan tugas bukan pada muridnya tapi ke orang tua siswanya.

“Di sini tantangannya, bisa tidak orang tua mengisi waktu. Ya, mungkin harus diberi tugas pada orang tuanya bukan ke anaknya,” ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi mengeluarkan aturan yang melarang para guru sekolah untuk memberi Pekerjaan Rumah (PR) bagi siswa-siswi mereka. “Kami hari ini mengeluarkan surat edaran, itu larangan bagi guru untuk memberikan PR ke siswanya,” kata Dedi di Gedung Pakuan Bandung, Selasa.