Lebih jauh, ia menilai kehadiran militer dalam ruang kebebasan berpendapat dapat menimbulkan efek psikologis berupa ketakutan di masyarakat, yang pada akhirnya menggerus kualitas demokrasi.
Insan menutup dengan mengingatkan pentingnya menjaga konsistensi reformasi sektor keamanan pasca-reformasi, termasuk pemisahan tegas antara fungsi militer dan kepolisian. “Supremasi sipil harus dijunjung tinggi. Militer tetap pada mandat pertahanan negara, sementara urusan ketertiban sipil diserahkan sepenuhnya kepada aparat sipil,” pungkasnya.(*)





